Latar Belakang

Saat ini Perumda Tirta Musi Palembang (PTM) melayani sebanyak 320.900 sambungan pelanggan (SL). Selain menyajikan air bersih, PTM akan segera memulai layanan air limbahnya untuk masyarakat Kota Palembang. Dengan rencana pengembangan tersebut, PTM tentunya akan mengelola aset yang lebih besar dan kompleks, sehingga pengelolaan aset secara manual menjadi tidak efisien dan rawan kesalahan.

Proses pengelolaan aset saat ini cenderung tidak terstruktur, bergantung pada dokumentasi fisik, dan sulit untuk dilacak dan dipantau dengan baik. Hal ini menyebabkan kesulitan dalam pengelolaan persediaan serta pemeliharaan dan pemantauan kondisi aset. Dalam upaya meningkatkan efisiensi dan produktivitas, PTM menyadari perlunya penggunaan sistem otomasi dalam pengelolaan aset. Sistem Informasi Manajemen Aset dapat membantu mengurangi biaya operasional, mengoptimalkan penggunaan aset, dan menghemat waktu dalam pemantauan dan pemeliharaan aset.

Aset yang tidak dikelola dengan baik rentan terhadap risiko pencurian, kerusakan, atau penyalahgunaan. Pembangunan Sistem Informasi Manajemen Aset bertujuan salah satunya untuk meningkatkan keamanan aset dengan pengawasan yang lebih baik, pemantauan yang lebih akurat, dan pengendalian yang lebih efektif. Dalam melaksanakan pengelolaan aset, PTM wajib mematuhi aturan atau standar tertentu dalam mengelola asetnya, seperti peraturan keuangan, lingkungan, atau keselamatan. Sistem Informasi Manajemen Aset dapat membantu memastikan kepatuhan terhadap persyaratan ini dengan memfasilitasi pelacakan, pelaporan, dan audit yang akurat

Scroll to Top